10 October 2012

Gadis Penghuni Mimpi


: entahkah sudah jutaan hari kuusir kau dari selimutku

seperti ombak tepi pantai
tiap kali pergi,
sebanyak itu pula kau kembali

banyak hal yang tak bisa diurai dari Cinta
karena ia pun bahkan tak mampu menyebut namanya sendiri
sedang dalam tidurku
kita lahap menyantap rindu yang masih berdarah
: tidak dengan semilir kata pun

akulah kegelapan yang kehilangan makna
bercerai dengan diri sendiri
lalu hidup dalam mimpi
tempat prasasti kita dibuat dan kumakamkan

kau tahu sesuatu tentang cinta dan waktu?
kita tak lebih nyata dari itu

kini pergilah
atau tunjukkan padaku batas kenangan dan hari lusa

lalu ketahuilah
tiap kali kau datang
jatungku berdegup kencang
persis ketika pertama kuremas jemarimu erat
terbang dan terjerat
di dalam sini
dalam kenyataanku
: mimpi


Jakarta, 10 Oktober 2012


No comments:

Post a Comment

Apa Pendapatmu?

Trending