01 November 2011

Aku Lelaki

I
Aku lelaki
meraut sebatang sajak
untuk menikami hati perawan sinting itu
senyumnya matahari senja,
tatapanya guna-guna,
suaranya laksana gemerincing air hujan di kemarau yang tak berkesudahan.

II
Hatiku lelaki
bagaimana bisa kau menculiknya ?
petapa gila di ujung zaman waras
dalam goa nan gulita
diam, ia meraung.
menangis lirih dalam senyum.
saat duka mengiris-iris kulit dada, darahya tumpah menjadi sajak .

III
Aku lelaki
duduk sendiri
merangkai sajak dalam vas-vas di sudut hatimu, wanita
mari berdansa di sini.

aku ini tamu, harusnya kau jamu
hendak menjemput hati yang kau tawan
jangan bersembunyi di balik waktu,
tak sabar aku menikam dan menaburi makammu dengan sajakku.


Nino Zulfikar
Jakarta, 29 Oktober 2011


No comments:

Post a Comment

Apa Pendapatmu?

Trending