08 October 2009

Kunyatakan Padanya Apa yang Tergaris di Telapak Tanganku

Akhmad Zulfikar

Baru saja semua akan kuperlihatkan padanya
apa yang selama ini kusimpan di balik rusukku
dan apa yang tergaris di telapak tanganku
Mungkin angin laut malam itu telah menghapus keberanianku
atau mungkin juga bulan dan bintang menatapku terlalu tajam
Tapi mulutku seketika sulit mengungkapkan kata-kata yang ingin keluar sekaligus dari jiwaku ini

Hampir larut malam di langit
ku masih membisu di hadapannya yang diam,
mungkin menungguku bicara

Aku tak bisa bicara
Aku tak mau bicara lagi
karena mulutku sangatlah pembangkang, enggan berbicara

Kutatap saja wajahnya yang ayu, persis namanya
kutatap saja matanya dalam-dalam, ada pemandangan yang melebihi pemandangan pantai pinggir kota malam itu

Baiklah.
Kuhela nafasku dalam-dalam agar keberanian berkumpul di jantungku
Kulupakan saja rangkaian kata-kata yang rapi kususun semalam
dan kumulai bicara dengan hatiku

Saat menggenggam erat kedua tangannya ku dapat rasakan aliran darahnya
semakin dalam ku tatap wajahnya, degup jantung ku semakin kencang
seirama dengan jiwanya yang menarikan tarian kesunyian malam.

Ia pun kini mulai berbicara
sepatah kata singkat yang mewakili seluruh perasaannya.
hingga air matanya nyaris pecah di antara bulu matanya yang lentik.

Baru saja semua telah kuperlihatkan padanya  
apa yang selama ini kusimpan di balik rusukku
dan apa yang tergaris di telapak tanganku.


No comments:

Post a Comment

Apa Pendapatmu?

Trending