09 December 2011

Judul Ini Dikontrakkan Perbulan

sebab matamu sembab hari ini, kekasihku

kududuk di sampingmu yang duduk di ruang tamuku;
tiada kata
tiada ingin melihat selain kebawah
angin saja berhenti, dan menontonmu dari jendela berdebu itu
tiada sofa dan meja
tiada pula aku mengerti : apa ini?

tangis diammu terus berjatuhan seperti air terjun Moramo
menghujani batu sebesar rumah kontakan perbulan ini dengan trilyunan pertanyaan tanpa jawaban.

seingatku, semalam
di sini
tak pernah secantik itu kau datang pada kesepianku yang hitam,
kau padamkan waktu dan lampu
:berdua saja, kita merayakan cinta
di bawah deras hujan yang merembes, menetes dari langit-langit kamarku

menyala-nyala di antara debu-debu kasur tanpa sprei,
gairahmu mencopot iman dan seluruh pakaianku.
dan remang-remang bulan di luar,
menampakkan tiap inci lekukan pahatan Tuhan di depan mataku.
gelap begini, bibir mu tak semerah pertama ku kecup.

dingin malam itu hanya bisu
saksi
: namamu dan namaku dicatat pada sehalaman penuh
dalam buku milik Malikat yang duduk di bahu kirimu dengan tegang.
semakin kesal, ia sesekali jatuh karena terguncang hebat.

lalu waktu menutup mataku,
entah bagaimana hingga pagi ini datang lagi mengetuk pintu ku
seperti pemilik kontakan yang gusar menagih uang sewa

kekasih,
andai datang malam mendung lagi
dan seluruh malikat ku kubunuh,
tiada berdaya diriku
mengembalikan keperawanan yang kau pinjamkan padaku

biar seisi kamarku saja yang tahu.

Moramo : Lokasi air terjun indah di dekat Ibu Kota Sulawesi Tenggara.
Menteng Atas Selatan Dua, 9 Desember 2011


No comments:

Post a Comment

Apa Pendapatmu?

Trending