08 February 2011

Kepada Tommaso Dei Cavalieri

Karena matamu aku melihat cahaya nikmat,
Yang tidak nampak lagi oleh mata sendiri,
Dan walau aku lumpuh, kuberanikan hati
Memikul beban, karena yakin kakimu kuat.


Aku yang tak bersayap, oleh sayapmu terangkat,
Rohmu yang membukakan daku gerbang Firdausi,
Kau sanggup bikin pipiku merah dan pasi,
Panas dimusim dingin, kelu ditengah hangat.

Dalam kemauanmu, bersemi kemauanku,
Pikirku, dadamulah tempat asal-usulnya,
Dan nafasmu berhembus dalam tiap kataku.

Nampaknya, imbangan bulan gelitalah aku,
Yang nun diluhur, hanya tertangkap oleh mata,
Semasih Surya merestunya dengan kemilau.


No comments:

Post a Comment

Apa Pendapatmu?

Trending